Mempercantik
desktop saat ini sudah semakin lumrah bahkan semakin dibutuhkan,
terlebih lagi kapasitas harddisk dan kecepatan ram yang digunakan oleh
PC saat ini terbilang cukup besar. Mulai dari Style XP, Vista Pack, dan
Windows Blind kerap kali dipajang agar tampilan windows xp lebih sedap
dipandang. Namun bagi yang memiliki memori pas-pasan seperti penulis
???… Sekarang bukanlah persoalan lagi. Karena didunia maya terdapat
70 Themes gratis untuk windows XP anda. Langsung saja didownload …

http://rapidshare.com/files/131255204/70_themes_for_winXp__With_installation_pack_.part1.rar
http://rapidshare.com/files/131256020/70_themes_for_winXp__With_installation_pack_.part2.rar
http://rapidshare.com/files/131256456/70_themes_for_winXp__With_installation_pack_.part3.rar

greetz
: ilmubsite community ;-)

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori review software dengan judul 70 Themes Gratis untuk Windows XP

Posted in Uncategorized by: admin

images1Burma’s frontier areas are home to many ethnic groups that have historically existed on both sides of the country’s borders with its neighbors. Most are recognized as citizens of the countries where they reside; even military-ruled Burma is willing to accept that many non-Burman minorities have a right to call the country their home.

There are, of course, some notable exceptions. For instance, the Pashu, descendents of Muslim Malays living in Tenasserim Division, in Burma’s far south, are not regarded by the current regime as Burmese citizens, even though they were designated by the country’s post-independence government as one of Burma’s 143 ethnic groups.

Likewise, the Kaman, descendants of 17th-century Muslim mercenaries living on Ramree Island in Arakan State, have been denied the rights of citizenship since the beginning of Burma’s socialist era in 1962. To this day, they are not issued national identity cards or permitted to travel freely to other parts of the country, even when they are in need of emergency medical treatment.

By contrast, the Kokang, an ethnic Han Chinese group who have lived in Shan State since the 18th century, occupy their own “Special Region” and enjoy official status as a recognized ethnic group under the ruling junta, despite their obviously foreign origins.

What are we to make of these disparities? Are we to conclude that the Pashu and the Kaman have no place in Burmese society because of their religion, whereas the non-Muslim Kokang are perfectly acceptable members of a multiethnic Burma?

As a Burmese Muslim, this is more than an academic question for me. But rather than personalize this issue, I would like to examine it objectively, and consider how it applies to the plight of the Rohingya, a group that has become one of the most reviled in Burma. Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized by: admin

Ketika lagi kerja tiba-tiba HPku teriak-teriak minta dijawab.
Hmm.. jarang-jarang ada yang nelpon aku [..kasihan..], nomornya tak dikenal lagi.
Siapa ya?
Seketika itu juga ketika gue buka speakernya, sebuah suara wanita menyapaku.
Hey Nope! She is not my fans, tsahh pede..
Yang pasti dari suaranya terdengar jelas kalau ada tersimpan sebuah obsesi yang begitu meluap hingga membuat dia memberanikan diri untuk menelponku. Hehe.. Kamu masuk jebakan singa..
Loh emangnya telpon apaan sih san?

“Halo..” kusapa si penelpon dengan penuh keramahtamahan minjam gaya resepsionis hotel.
“Halo.. ini sandi ya?” seorang cewek. Dari suaranya kira-kira nih cewek berumur 18-19 tahun. Tapi ah.. suara kan bisa menipu.

Aksen suaranya seakan-akan mengenalkan dirinya kalau dia bukanlah orang daerah, istilahnya gaya ngomongnya itu tipe-tipe gue-elo-gemana-getoh-gitu-loh..

“San gue xxx, tadi gue nyari info tentang penyiar radio di Google, kemudian gue ketemu blog loe yang mengulas persiapan buat jadi penyiar. Thanks banget ya tipsnya”,
Oh senangnya hati ini mengetahui tulisanku bisa berguna bagi orang lain.

“Terimakasih kembali non, Oh ya kamu dari kota mana?” gue yang sedang teleponan ketika sedang ngumpul ma orang-orang kantor. langsung disuit-suitin. Dikirain teman-teman Sandi kopi darat nih yee…
Hahaha… but ‘cuekay unda’ (yang dibahasa indonesiakan berarti cuek aja gue)

“Gue orang bogor san, cuman kul-nya di jakarta. San boleh sharing tentang dunia radio gak?”,
“Boleh dong.. tapi maaf banget ya gak bisa sekarang. soalnya aku lagi kerja” jawabku sok sibuk.
Telponpun segera diakhiri tapi komunikasi tidak berakhir pada saat itu saja.
Kita sms-smsan [hari gene masanya perang tarif telpon masih sms-an. Cuekay unda..] dan disitu terlihat sangat kalau dia LUAR BIASA penuh ambisi dan obsesi untuk mencapai cita-citanya sebagai penyiar radio.
Dia juga cerita ketika kuliah dia siaran tapi cuman di radio kampus setelah itu melamar ke radio-radio komersil yang hingga sekarang belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Nggak salah sich, kalau Obsesi bisa segitu dahsyatnya. Apalagi kalau kita masih muda. Iya gak agnes monica..
Tapi salah kalau obsesi bisa menjadi penyakit jiwa atau dengan kata lain untuk mencapai obsesi tersebut bikin kita jadi menghalalkan segala cara. NEVER!!!
Tuhan punya rencana sendiri tentang hidup kita, bisa jadi kita gak bakal pernah jadi penyiar radio.
Atau kalau memang kita sudah ditakdirkan jadi penyiar radio, sekalipun sebenarnya kita tinggal di gundukan sampah tetap aja kita bakal ngorbit suara lewat udara.
Yah.. Tuhan pasti rencana yang luar biasa terbaik daripada cuman rencana sederhana kita sebagai manusia biasa yang diri sendiri aja masih gak ngerti jelas maunya kita. Read the rest of this entry »

Posted in news by: admin